Pembangunan Pasar Desa Ngampel Ditolak Warga

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menolak rencana pembangunan pasar yang anggarannya bersumber dari dana alokasi desa (ADD) tahun 2014 turun.

Anggota Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Ngampel, Sudirman, menyatakan, selama ini kepala desa belum mengajak perangkat desa lain termasuk musyawarah tentang master plan pasar desa tersebut.

“Malah kita tahunya dari media,” kata pemuda 29 tahun ini.

Sudirman menyampaikan, warga sekarang ini sudah pintar, termasuk saat diajak demo pemerintah kabupaten setempat karena alokasi dana desa (ADD) tahun ini jumlahnya menurun dari tahun sebelumnya.

“Warga sempat diajak demo, bahkan menghentikan pengeboran di Pad B Lapangan Sukowati, tapi kami tidak bisa dikibuli begitu saja,” tegasnya.

Sudirman menegaskan,  mewakili warga dan pemuda setempat dirinya akan menentang keras jika ADD tahun 2014 digunakan untuk pembangunan pasar desa. Alasannya  tidak adanya kejelasan proses awal baik itu ijin lokasi, identitas kontraktor dan dana yang akan dihabiskan.

“Pembangunan desa yang menggunakan ADD tahun 2013 saja belum diselesaikan, ” tegasnya.

Baca Juga :   Beri Pakan Ikan, Terpleset, Tewas

Sudirman mengungkapkan,  selama ini pembangunan di Desa Ngampel belum sepenuhnya terpenuhi. Sebab dana yang diterima maupun dikeluarkan desa baik dari program pemerintah pusat, daerah, maupun operator JOB P-PEJ melalui program corporate social responsibility (CSR) tidak ada yang mengetahui.

“Lihat saja jalan poros desa di Ngampel, apa sudah bagus? Yang bagus ya di sepanjang jalan depan rumah kadesnya saja,” ujar dia memberikan contoh.

Sementara itu, Kepala Desa Ngampel, Pujianto, belum memberikan klarifikasinya mengenai hal tersebut.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *