SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Hingga saat ini belum ada kerja sama yang dilakukan antara operator minyak dan gas bumi (Migas) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur dalam hal pemberdayaan perempuan.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Keswadayaan Masyarakat, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bappemas) Kabupaten Tuban, Lilik Lestari, mengatakan, kalau program pemberdayaan perempuan oleh Pemkab Tuban masih dilakukan sendiri.
“Hingga saat ini memang belum ada program pemberdayaan perempuan yang kita jalankan dengan perusahaan,” kata Lilik kepada suarabanyuurip.com, Selasa (15/4/2014).
Lilik mengungkapkan, saat ini Pemkab Tuban tengah mempersiapkan program pemberdayaan perempuan di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Tuban. Pemberdayaan dilakukan dengan melakukan pelatihan dengan memberikan bekal skill (keterampilan) kepada masyarakat, serta akan memberikan pinjaman modal kepada perempuan yang ingin membuka usaha.
“Itu dilakukan Pemkab Tuban, harapannya supaya masyarakat semakin sejahtera,” jelas wanita berjilbab ini mengatakan.
Menurut Lilik, program pemberdayaan perempuan yang dilakukan di sekitar industri banyak dilakukan oleh LSM atau NGO yang konsen di bidang masalah ini, dengan bekerja sama dengan perusahaan. Kendati demikian, Lilik memberikan apresiasi karena hal ini sama artinya dengan membantu program dari pemerintah.
“Rata-rata perusahaan di Tuban menjalankan program pemberdayaannya bersama LSM. Kami berterima kasih, selain itu kami juga sering diundang untuk menghadiri program pemberdayaan dari perusahaan bersama LSM,” tandas Lilik.
Sebelumnya, Pemkab Tuban juga berharap ada komunikasi yang terjalin antara perusahaan dengan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya program yang tumpang tindih di masyarakat.(edp)