Penghasilan Pedagang Mamin di Blok Cepu Menurun

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Sejumlah pedagang makanan dan minuman (mamin) kecil di sekitar tapak sumur A Lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu mengaku belakangan ini penghasilannya mulai menurun.

“Sepi mas tidak seperti dulu,” kata satu pedagang, Marfi’ah kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (15/4/2014).

Dia mengungkapkan, penurunan tersebut akibat faktor cuaca yang tidak menentu. Terutama disaat hujan turun para pelanggan yang hampir sebagian besar pekerja proyek di dalam Well Pad A itu enggan singgah kewarungnya. “Jarang ada yang kesini kalau hujan,” ucapnya.

Dalam sehari, dia bisa memperoleh keuntungan antara rata-rata Rp50 ribu hingga 100 ribu. “Kalau dulu malah bisa sampai Rp.150 ribu-Rp.200 ribu,” imbuh perempuan yang beralamatkan di Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro ini.

Menurut Marfi’ah, penghasilan tersebut dirasa masih lumayan dibanding menjadi pengangguran atau ibu rumah tangga. Dia menceritakan, mendirikan warung sejak dimulainya pengerjaan konstruksi proyek Banyuurip. Meski bukan asli warga ring 1, namun geliat proyek Banyuurip membuatnya tertarik untuk ikut mendirikan warung, dengan sistem sewa lahan per tahun.

Baca Juga :   Bekas Galian SPAM Dikeluhkan Warga

“Setahunnya sewa lahan Rp.2 juta, itu belum lagi biaya membangun tempatnya,” tuturnya.

Marfi’ah mengungkapkan,  sebagain pedagang pindah di Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam.Sebab, disana dianggap lebih ramai. “Selain itu disekitar sini dulu juga banyak yang kemalingan,” kata dia.

Meski begitu, Marfi’ah dan beberapa pedagang lain memilih bertahan disekitar well Pad A untuk memburu berkah proyek konstruksi di Banyuurip. “Lumayan dari pada dirumah,” ucapnya lagi.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *