SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Keberadaan pengeboran minyak Lapangan Sukowati, Blok Tuban oleh Joint Operating Body pertamina Petrochina Esat Java (JOB PPEJ) menjadikan harga tanah di Desa Ngampel, Kecamatan kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merangkak naik.
Hal ini diakui oleh masyarakat setempat yang memiliki bidang tanah siap jual bagi investor ataupun pendatang yang berminat. Kenaikan harga tanah dipengaruhi oleh tingginya minat pendatang untuk membeli tanah warga.
“Sebagian ya ada pendatang yang beli tanah disini,†kata Pamuji (40), warga setempat, Kamis (17/4/2014).
Dia menyampaikan, awalnya pada tahun 2006-2007 silam harga tanah hanya bekisar Rp15.000-Rp20.000 per meter persegi, lambat laun naik hingga saat ini tembus Rp500.000. Kenaikan harga tersebut menyesuaikan kondisi dengan adanya proyek migas.
“Saya menawarkan harga segitu sama penjual, ya ada yang laku ada yang belum,†kata pria berkumis ini.
Sementara itu, salah satu pendatang yang membeli tanah di Desa Ngampel, Pramono  (25), mengaku, harga yang ditawarkan sangat tinggi, sempat mendapatkan harga  sebesar Rp450.000 per meter persegi.
“Ya akhirnya cari daerah lain saja, masih dapat Rp120.000 per meter persegi,†kata warga asal Desa Kepohbaru ini. (rien)