SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –Masyarakat di desa ring 1 Lapangan migas Sukowati, Blok Tuban, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menilai bantuan pohon buah-buahan yang diberikan oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) tidak tepat sasaran.
Dari keterangan di lapangan menyebutkan, program budidaya tanaman bantuan JOBP-PEJ yang diserahkan kepada masyarakat melalui pemerintah desa diantaranya tanaman srikaya, sawo, jeruk, dan lain sebagainya. Namun tanaman itu  hanya tumbuh subur di rumah orang-orang tertentu saja.
“Bahkan ada sebagian warga yang tidak menerima pohon,†kata Ketua RW setempat, Karsono, kepada suarabanyuurip.com
Dia menyebutkan, dari program budidaya tanaman tersebut sebagian besar warga tidak ada yang dapat. Meskipun mendapatkan tanaman yang berbentuk setek pohon srikaya dan sawo, tidak ada yang tumbuh subur.
“Sedikit yang dapat, itupun banyak yang mati dan gagal tumbuh,†ujarnya.
Sementara itu, Karsinem, warga RT 07 RW 02, menyebutkan, pemberian stek tanaman sawo dan srikaya itu kurang lebih dua tahun yang lalu. Sebelum diberikan, warga sempat diberi pengarahan bagaimana cara menanam yang baik agar tumbuh subur.
“Saya tidak tahu yang bilang itu dari mana, tapi masih ingat saat bilang sama warga kalau satu pohon bisa menghasilkan 5 sampai 10 kilogram buah srikaya atau sawo,†katanya dengan logat jawa.
Menurut dia, cara penanaman yang disampaikan saat sosialisasi tidak sesuai. Sebab saat diterapkan tanaman tidak berbuah sehingga tak ada hasil yang dapat dipetik. Warga kemudian berinisiatif menanam dengan kemampuan seadanya, namun yang tumbuh hanya satu pohon. Baik itu tanaman milik perangkat desa maupuk kepala desa.
“Pernah dilihat sama bapak-bapak, dilihat tanaman saya dan warga lainnya bilangnya cuma bagus gitu. Padahal aslinya ya tahu kalau tidak bagus, tapi tetap dikatakan bagus bagaimana, wong  berbuah saja tidak kok dibilang bagus. Saya ini bodoh mau protes ya tidak berani,†ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Ngampel, Pujianto, mengatakan, banyak warga yang mendapat bantuan pohon, namun banyak pula yang gagal. Hal itu dikarenakan kurangnya pengetahuan bagaimana cara bercocok tanam.
“Kalau yang tidak dapat batang tanaman itu karena mereka tidak punya lahan, buat apa? Tidak punya lahan kok minta tanaman,†sergahnya.
Dia mengungkapkan, banyak tanaman srikaya, sawo, maupun jeruk yang tumbuh subur di pekarangan rumahnya. Itu dikarenakan selain halaman yang luas, dirinya juga tahu cara bercocok tanam.
“Pernah itu batang tanaman saya letakkan di halaman balai desa, tapi tidak ada yang ambil, ya sudah saya tanam sendiri,†pungkasnya.(rien)