SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Multiplier efek dari keberadaan ladang Migas Tiung Biru di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tampaknya sudah mulai terasa. Saat ini warga desa setempat mulai membuka usaha warung makanan dan minum (Mamin), di sekitar proyek yang dioperatori Pertamina EP Asset 4 tersebut.
Terpantau di lapangan, sudah ada enam unit warung Mamin yang berdiri di sekitar sumur TBR A, TBR B, dan TBR C. Warung milik warga asli dari Desa Kalisumber ini mencoba mengais rupiah dari para pekerja proyek Migas disana.
Seorang warga Desa Kalisumber, Dwi Marini, mengaku, mendirikan warung Mamin sebagai bentuk upaya mencari rejeki untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Berjualan sederhana ini sudah saya lakukan sejak sumur minyak TBR dikerjakan. Yaitu, kisaran tahun 2008 hingga saat ini, Pak. Alhamdulillah, meskipun hasil yang saya dapat tidak menentu, tetapi setidaknya dapat menghasilkan rejeki untuk kebutuhan hidup,” kata Dwi Marini kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (17/04/2014).
Wanita yang membuka warung Mamin di lokasi TBR-A itu menjelaskan, membuka warung di TBR tak menetap tetapi perpindah-pindah. Yaitu, di TBR-A, B dan ke TBR C. Sedangkan mayoritas pembelinya adalah tenaga kerja TBR.
“Warga lain ada yang pindah-pindah warung, saat sumur dilakukan perawatan oleh Pertamina,†katanya.
Dia tambahkan, meskipun hasil yang didapat rata-rata Rp50.000 per hari, namun lebih memilih menetap membuka warung di TBR-A saja. Karena, jika dihitung modalnya malah tambah untuk membikin warung lagi.
“Kalau tidak salah, jumlah warung di sekitar TBR ini sudah ada enam. Mayoritas warga sini sendiri yang mendirikannya,” ungkap Prapto warga Kalisumber lain. (sam)Â