Desa Penghasil Dirugikan, Pekerja Diuntungkan

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Molornya produksi puncak Blok Cepu sebesar 165.000 barel per hari (bph) pada 2015 mendatang disikapi beragam oleh warga sekitar ladang minyak Banyuurip. Mereka menilai tertundanya produksi puncak itu merugikan desa penghasil, namun disatu sisi juga menguntungkan para pekerja proyek.

Sebelumnya Mobil Cepu Limited (MCL), operator Blok Cepu maupun pemerintah telah menargetkan puncak produksi terlaksana pada kuartal pertama 2014 ini. Namun sampai saat ini pengerjaan fasilitas penunjang produksi yang dibagi dalam lima paket pekerjaan belum rampung pengerjaannya.

Seorang warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, menyatakan, menyayangkan dengan molornya produksi puncak Blok Cepu tersebut. Karena pengerjaan fasilitas penunjang produksi puncak selama ini terlihat lancar. Semisal, pengerjaan proyek Egineering Procurement and Construction (EPC)-1 maupun 5 Banyuurip.

“Apapun alasannya, seharusnya operator malu dengan molornya produksi puncak Blok Cepu itu, Mas. Karena tidak sesuai dengan target yang ditentukannya,” ungkap Mahmudi kepada suarabanyuurip.com, jum’at (18/04/2014).

Menurut Mahmudi, dengan molornya produksi puncak itu, juga merugikan pemerintah daerah maupun desa penghasil migas Blok Cepu. Sebab, daerah tidak segera memperoleh dana bagi hasil migas dari produksi puncak Blok Cepu.

Baca Juga :   Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Menjelang Ramadan

“Imbasnya, dana bagi hasil migas juga tak bisa segera dinikmati desa penghasil sekitar Banyuurip,” ujar dia.

Berbeda dengan Mahmudi, warga Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Abdul Aziz, mengkau molornya produksi puncak Blok Cepu ini menjadi berkah bagi para tenaga kerja (Naker) maupun pengusaha yang terlibat di proyek Banyuurip.

“Karena warga yang menjadi naker proyek tentunya juga masih bisa bekerja terus,” sambung Abdul Aziz yang setiap harinya menyuplay kebutuhan pengusaha katering sekitar Banyuurip. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *