Minta KBSR Diusut Tuntas

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Ketidakpuasan terhadap pengelolaan Kandang Belajar Sapi Rakyat (KBSR) di Desa Brabuwan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, hingga kini masih menyisakan kekecewaan bagi warga sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu.

“Jelas menyisakan kekecewaan bagi rakyat sekitar tambang,” kata Ketua LSM Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak (SMPTM), Parmo kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (17/4/2014).

Menurut dia, tidak maksimalnya pengelolaan KBSR yang sudah berjalan sekitar kurang lebih tiga tahun itu sama halnya membohongi rakyat sekitar Banyuurip. Untuk meluapkan kekecewaanya, Parmo memplesetkan nama KBSR menjadi “Kandang Bubar Susahkan Rakyat”

“Katanya untuk 15 desa, tapi kalau hasilnya begini sama halnya menyusahkan rakyat,” ucapnya.

Parmo meminta, agar persoalan KBSR tetap diusut hingga tuntas.Termasuk pengelolaan anggarannya. Bahkan, lanjut dia, perlu menghadirkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memerika LSM asing Swiss Contact selaku pendamping program.

“Kalau perlu BPK harus mengauditnya, ” imbuhnya. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Pemuda Ngraho Punya Gedung Karang Taruna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *