SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro-Ulah kebut-kebutan sejumlah pekerja proyek Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai mendapat peringatan dari sejumlah perangkat desa sekitar.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gayam, Warsito, menyesalkan ulah pekerja proyek tersebut.
“Ya sangat menyesalkan, banyak yang mengeluh sebenarnya,” kata dia, Jum’at (18/4/2014).
Menurut dia, jalan yang dilalui pekerja merupakan jalan desa. Sehingga, seharusnya etika dan tata krama terapkan. Disamping itu, ulah ugal-ugalan pekerja proyek juga mengancam keselamatan warga sekitar.
“Khawatirnya kecelakaan, karena banyak warga yang melintas,” imbuh Warsito.
Sebagai solusi, dia menyarankan, tidak ada salahnya jika kembali memanfaatkan flagman di sejumlah titk tertentu. Selain itu, juga sebaiknya ada teguran atau peringatan langsung dari perusahaan yang menaungi.
“Tanggung jawab tidak cuma desa, tetapi juga operator,” ucapnya.
Selain itu, Kepala Desa (Kades) Brabowan, Sukiran, mengakui, ulah kebut-kebutan para pekerja proyek yang melintas saat pulang bekerja. Seperti yang terlihat dari arah well Pad A dan B Banyuurip. Tepatnya di pertigaan Desa Brabowan dengan Desa Gayam, Kecamatan Gayam.
“Kalau sore mas mulai parah mas, apalagi jalannya sempit,” sambung Sukiran.
Padahal, sejumlah rambu dan banner peringatan agar tidak mengebut telah terpampang di beberapa titik ruas jalan. (roz)