SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegro, Jawa Timur, mempertanyakan program saluran air bersih dari operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) di desa mereka yang saat ini belum juga selesai. Pembangunan saluran air bersih itu sebagai bentuk program corporate social responsibility (CSR) karena Desa Ngampel terlintasi pipa minyak mentah Banyuurip sepanjang 72 kilo meter. Â
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngampel, Sudirman, mengaku, program yang seharusnya dimaksimalkan kepada masyarakat hingga kini belum kejelasannya. Sebab dari program itu ada beberapa yang sudah mendapatkan saluran air bersih, namun ada juga sebagain yang belum.
“Banyak yang belum mendapat daripada yang sudah,” kata bapak satu anak ini.
Tokoh masyarakat setempat Pamuji, (40), menyampaikan, saat dimusyawarahkan dulu, program saluran air bersih untuk satu desa. Dengan dana senilai Rp135 juta yang diperuntukan bagi warga dari RT 1 sampai RT 7.
“Saat kami menanyakan ke kepala desa kok bilangnya uang itu habis, bahkan program saluran air bersih malah dialihkan, ” tegasnya.
Pamuji berharap, agar MCL tetap memperhatikan dan melihat perkembangan program yang diberikan ke masyarakat. Bukan hanya sekedar memberi, lalu dibiarkan begitu saja.
“Biar tidak mubadzir atau muspro, ” saran dia.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Desa Ngampel, Pujianto, belum memberikan tanggapannya. “Besok saja saya jelaskan,” janji Pujianto.
Terpisah, Field Public And Government Affair Manager MCL, Rexy Mawardijaya, hingga berita diturunkan masih berusaha dikonfirmasi.(rien)