SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Meskipun jalur Bojonegoro-Nganjuk, Jawa Timur, sudah dibuka sejak Jumat (18/4/2014) kemarin, namun kendaraan roda empat tetap dihimbau berhati-hati saat melewati jembatan Dusun Kedungjati, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, termasuk truk dengan muatan berat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Andy Tjandra mengungkapkan, ambrolnya spillway (limpasan air) Waduk Pacal beberapa waktu lalu membuat jembatan di Dusun Kedungjati terancam ambruk karena tiang pancang terus menerus diterjang aliran air yang sangat deras.
“Untuk antisipasi itu, Balai Besar Bengawan Solo yang memegang kendali. Kami hanya mensupport kebutuhan lainnya,” kata Andy kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (19/4/2014).
Dia menyampaikan, saat ini yang dilakukan untuk membendung aliran air adalah dengan melakukan pengurukan atau penimbunan sungai untuk menghalangi aliran air sampai pengerjaan infrastruktur jembatan dan spillway selesai.
“Semua pihak terus berkoordinasi supaya cepat terselesaikan,” imbuh Andi.
Selain itu, sepanjang tebing kini mulai dipasang bronjong dan memperbaiki plengsengan yang rusak akibat longsor. Sementara untuk tiang pancang jembatan tengah dilakukan pengecoran ulang agar lebih kuat lagi.(rien)