SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kerusakan jalan poros Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin diperparah dengan adanya truk tronton dari gudang distributor makanan dan minuman yang belum lama ini beroperasi di wilayah setempat.
Tokoh masyarakat setempat, Pamuji, mengatakan, kondisi jalan desa yang berdekatan dengan Pad B Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, mengalami kerusakan seperti aspal mengelupas dan bergelombang. Bahkan lubang yang awalnya kecil kini menganga lebar.
“Saya tidak tahu, kenapa truk sebesar itu diijinkan masuk. Padahal tidak sesuai kelas jalan,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (19/4/2014).
Dia mengaku, bersama beberapa warga lainnya pernah meminta penjelasan pihak perusahaan, tapi hanya jawaban sederhana yang didapat. Bahkan perangkat desa pun angkat bahu mengenai hal itu.
“Mereka berkilah, ada truk besar-besar dari JOB P-PEJ dibiarkan kenapa miliknya dipermasalahkan,” tuturnya.
Pantauan di lapangan, truk trailer tersebut digunakan untuk mengangkut berbagai jenis makanan dan minuman bernbentuk kardus. Truk tronton itu berlalu lalang mulai pagi hingga sore, dan memarkir kendaraan di sepanjang jalan.
Dari keterangan di lapangan, hampir empat bulan lamanya keberadaan gudang tersebut dikeluhkan warga. Baik karena jalan yang semakin rusak, juga parkir kendaraan yang menganggu aktifitas warga lainnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngampel, Pujianto, belum memberikan keterangannya mengenai hal ini. Begitu pula pihak perusahaan yang bergerak dibidang distributor makanan dan minuman.
“Bosnya ndak ada Mbak,” kata salah satu satpam yang berjaga.(rien)