Jadi Pemulung untuk Menyambung Hidup

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Meski tinggal tak jauh dari tambang migas Blok Cepu, tak menjamin kehidupan warga di sekitarnya sejahtera. Justru ada salah satu warga yang terpaksa menjadi pemulung untuk menyambung hidupnya.

Seperti yang dilakukan Warno, warga Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Ia sudah bertahun-tahun menekuni pekerjaan sebagai pemulung. Memunguti barang-barang bekas kemudian dijual untuk menyambung hidup.

“Sudah dua tahun jadi pemulung. Karena mau bertani juga tidak punya lahan,” kata Warno kepada suarabanyuurip.com, Minggu (20/04/2014).

Warno mengaku, setiap hari penghasilan yang didapat dari pekerjaannya itu tak menentu. Semua tergantung dari barang rongsokan yang diperoleh.

“Kadang dapat 15 kilo gram dan kadang kala lebih,” ujar pria yang sebelumnya bekerja menjadi pengantar air di tetangganya.

Untuk setiap per kilo gramnya, barang rongsokan itu dijual seharga Rp1000. Dalam sehari Warno bisa mendapatkan penghasilan antara Rp15.000 sampai Rp50.000.

“Kalau pas nepaki ada acara warga hasilnya ya lumayan. Tapi rata-rata per hari hasil yang saya dapat Rp15.000,” kata Warni sambil memunguti barang-barang bekas.

Baca Juga :   Keluarga Korban Terima Santunan Jasa Raharja

Bagi Warno, meski hanya menjadi pemulung semuanya tetap dia syukuri. Sebab dengan usianya yang tua dia sudah tak sanggup lagi bekerja di proyek. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *