SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – PT Daya Patra subkontraktor PT Tripatra – Samsung, pelaksana proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)- 1 Banyuurip, meminta kepada operator maupun kontraktor proyek lainya ke depan untuk lebih meningkatkan kembali keterlibatan warga lokal dalam pengerjaan proyek Blok Cepu.
“Saya berharap, lokal untuk diberikan skala prioritas. Karena, secara otomatis memahami kultur dan sosial masyarakat sekitar. Sehingga, masyarakat sekitar bisa mendukung serta mendapatkan edukasi mengenai projec negara yang ada,” ungkap Direktur Utama PT Daya Patra, Mohamad Mashadi, kepada suarabanyuurip.com di sela-sela acara koordinas dan konsolidasi yang dilaksanakan di Kantor PT Daya Patra, Jalan Angling Dharma 9, Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa-Timur.
Owner PT Daya Patra, Mohamad fauzan, menambahkan, sebagai bentuk komitmen dari kontraktor lokal. PT Daya Patra telah mampu menyerap transformasi knowledge dalam pembangunan projec EPC oil and gas di Banyuurip. Lain itu mampu menyerap 800 tenaga kerja (Naker) lebih dalam keterlibatannya di proyek Banyuurip.
“Naker PT. Daya Patra 100 persen dari warga lokal, Mas. Jadi, saya berharap kedepan keterlibatan warga lokal lebih ditingkatkan lagi,” kata Mohamad Fauzan.
“Sudah seharusnya warga lokal dilibatkan secara maksimal. Artinya, kalau orang lokal mampu kenapa harus diberikan orang luar daerah,” sambung Singgih salah satu naker PT Daya Patra. (sam)