SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Banyaknya rumpun bambu yang tumbuh di sawah maupun di pekarangan rumah menjadikan warga Desa Kuripan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Jimur  lebih banyak memasak dengan kayu bakar daripada menggunakan gas elpiji.
Beberapa warga yang ditemui SuaraBanyuurip.com mengaku, sudah bertahun-tahun memasak dengan pawon (tungku pembakaran) dengan menggunakan ranting-ranting bambu.
“Masaknya lebih cepat dengan pring (bambu) dari pada menggunakan elpiji. Selain itu juga lebih hemat, “ kata warga setempat Padmi, Rabu (23/4/2014).
Seolah telah mentradisi, setiap hari saat berangkat atau pulang dari sawah warga selalu menyempatkan mencari ranting-ranting dari rumpun bambu yang tumbuh subur didesa pelosok ini. Sebelum dipergunakan ranting-ranting bambu tersebut dijemur hingga kering di pekarangan rumah.
Harga gas elpiji ukuran 3 kilogram di Kuripan saat ini berkisar Rp14 ribu-Rp15 ribu. Harga yang relatif mahal bagi sebagian warga yang kehidupannya sederhana.
Kades Kuripan, Mohammad Wahib, membenarkan jika banyak warganya yang memasak menggunakan kayu bakar dari ranting bambu daripada gas elpiji.
“Memasak dengan ranting bambu sudah menjadi tradisi warga Kuripan. Jarang yang memakai elpiji, “ ujarnya. (tok)