SuaraBanyuurip.com -Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Jalan poros Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belakangan ramai akan lalu lalang pekerja proyek Banyuurip, Blok Cepu. Terutama saat para pekerja pulang kerja pada sore hari.
Kepala Desa (Kades) Brabowan, Sukiran, mengungkapkan, pihaknya kerap mendapat keluhan warga terkait ulah ugal-ugalan pekerja proyek yang kebut-kebutan. Sebab, jalan di Barabowan saat ini menjadi jalan alternatif terdekat dibanding harus memutar ke arah access road di Desa Sudu, Kecamatan Gayam.
“Memang banyak yang mengeluhkan pekerja yang ngebut, bahkan saya tahu sendiri,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Rabu (23/4/2014).
Karena itu, pihak pemerintah desa berencana melakukan pemasangan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang dimulai dari pertigaan Desa Brabowan dengan Desa Gayam menuju arah Well Pada A hingga ke arah Desa Bonorejo. Hal itu untuk menjaga infrastrukutur jalan pavingisasi yang dibangun dari program Mobil Cepu Ltd (MCL) agar tidak cepat rusak dan membahayakan pengguna jalan.
“Rencana akan kita ajukan, minimal dengan TPT kondisi jalan agar ada pembatas, panjang jalan brabowan ke arah Bonorejo kurang lebih 2000 M2,” tambahnya.(roz)