SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Hingga hari ini, Jum’at (25/4/2014), sebanyak 22 aktivis dari Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII) masih di tahan pihak Kepolisian Resort Bojonegoro, Jawa Timur, sejak Kamis (24/4/2014) kemarin sore. Mereka ditahan karena melakukan demo penolakan kunjungan kerja (Kunker) Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Boediono.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Ady Wibowo saat dikonfirmasi membenarkan penahanan terhadap 22 aktivis tersebut hingga hari ini. Rencananya mereka akan dibebaskan pada Jumat (25/4/2014) hari ini, namun belum ada kepastian waktunya.
“Mereka tidak diapa-apakan, malah kita cukupi semua kebutuhannya,” kata Ady.
Ady mengaku, mengapresiasi aksi mahasiswa tersebut sebagai wakil  masyarakat dan mengekspresikannya dengan cara sendiri. Akan tetapi, dalam aksi tersebut mereka tidak meminta ijin terlebih dahulu.
“Akhirnya anggota mengamankan dengan menggunakan mobil patroli kemarin demi keamanan,” tegasnya.
Sementara salah satu mahasiswa yang ditahan, Fikri juga mendapat kabar jika pagi ini ia bersama teman lainnya akan dibebaskan.
“Sebetulnya akan dibebaskan tadi malam, tapi karena waktunya sudah larut malam, maka kami diminta untuk menginap dulu disini,” jelasnya.
Sebelumnya, kurang lebih 25 mahasiswa dari PMII Bojonegoro  menggelar aksi demo menolak kedatangan Wapres Boediono di Bundaran Jetak, Kecamatan Bojonegoro, saat akan meninjau lokasi proyek Banyuurip, Blok Cepu. Karena tanpa seizin Polres setempat, akhirnya 22 mahasiswa ditangkap dan ditahan di kantor Polres Jalan MH Thamrin, sementara lainnya berhasil melarikan diri.(rien)