SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kelangkaan pupuk subsidi kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Raibnya pupuk ini diketahui terjadi sejak masa tanam padi pada bulan Maret kemarin.
Informasi yang didapat, saat ini sudah banyak petani yang di beberapa kecamatan yang mengeluhkan kesulitan mendapatkann pupuk. Mereka diantaranya dari wilayah Kecamatan Soko, Tuban, Rengel, Plumpang, Semanding, Montong, Merakurak, dan Kecamatan Jenu.
Beberapa kios resmi sekaligus kelompok tani mengeluhkan saat ini sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Salah satu kelompok tani di Desa Sokosari, Kecamatan Soko mengaku, belum mendapatkan pupuk padahal sudah mengirimkan permintaan order. Untuk kebutuhan kelompok petani mereka.
Kelompok tani di desa ini menyatakan, sudah meminta kiriman kepada distributor untuk 280 hektar tanaman padi. Meliputi 160 ton pupuk urea, 84 ton pupuk SP, 84 ton ZA, 252 ton Phonska dan 420 ton pupuk organik.
“Permintaan order sudah sejak bulan kemarin, tapi sampai sekarang belum juga mendapatkan kiriman,†jelas salah satu pengurus Kelompok Tani Sokosari, Santo, menjelaskan kenapa petani sulit mendapatkan pupuk.
Bagi petani di Tuban, keberadaan pupuk pada masa seperti ini sangat dibutuhkan. Mengingat saat ini tanaman padi mereka sedang dalam masa pertumbuhan. Usai masa tanam yang telah mereka lakukan sejak awal bulan kemarin.
Kendati demikian, sebenarnya pupuk masih didapatkan. Tapi tidak di kios resmi. Secara otomatis, harga pupuk yang berada di kios tidak resmi ini melangit. Yaitu mencapai 150 hingga 160 ribu rupiah. Daripada harga normal yang biasanya berkisar antara 110 ribu.
“Ada tidak di kios resmi, tapi harganya ya sangat mahal,†kata Ghofur, salah satu petani yang berasal dari Desa Pucangan, Kecamatan Montong, kepada Suarabanyuurip.com. (edy)