SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur RozaqyÂ
Bojonegoro – Kunjungan kerja (kunker) Wakil Presiden RI, Boediono ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meninggalkan kekecewaan bagi para pekerja media, terutama sejumlah jurnalis lokal yang sejak awal mendapatkan informasi akan  kedatangan orang nomor dua di di tanah air tersebut.
Padahal para jurnalis lokal itu telah bersiap melakukan tugas peliputan. Namun mereka kurang mendapat tempat untuk melakukan tugas peliputan. Hal ini berbeda dengan jurnalis nasional yang sudah ikut rombongan bersama Wapres. Sehingga kelengkapan data yang berhubungan dengan tugas jurnalis berbeda dengan yang didapat jurnalis lokal.
Misalnya pada saat meresmikan double track distasiun kota, Bojonegoro, Kamis (24/4/2014) kemarin. “Yang disayangkan tidak ada jumpa persnya,” ujar salah satu media lokal, Achmad.
Jurnalis lokal hanya bisa sebatas melakukan pengambilan gambar maupun foto tanpa disertai keterangan resmi. Baik dari wapres sendiri atau sejumlah pejabat yang berwenang. Pada saat melakukan pengambilan foto itu pun jurnalis kerap ditegur pengawal dan petugas.
Tak lama usai melakukan peninjauan, wapres pun bertolak ke lokasi proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
“Mungkin pak Wapres khawatir disinggung kasus Bank Century,” kelakarnya.(roz)