SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memberikan saran kepada operator minyak dan gas bumi (Migas) melakukan identifikasi potensi lokal terlebih dahulu sebelum melakukan pemberdayaan kepada masyarakat. Tujuannya agar pemberdayaan masyarakat yang menjadi program perusahaan bisa tepat sasaran.
“Kita menyarankan ada identifikasi lokal sebelum perusahaan melakukan program pemberdayaan kepada masyarakat,†jelas Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Keswadayaan Masyarakat, Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) Tuban, Lilik Lestari, ketika dihubungi suarabanyuurip.com melalui ponselnya, Jum’at (25/4/2014).
Lilik mengatakan, identifikasi tersebut diperlukan untuk mengetahui potensi lokal yang sudah ada di tengah masyarakat. Dengan begitu bisa menentukan program yang tepat bagi masyarakat.
Selain potensi lokal, perusahaan juga diharuskan segera mengetahui potensi lain. Termasuk siapa saja yang bisa menjadi motor penggerak bagi pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Kalau itu merupakan program untuk perempuan. Siapa saja yang bisa menjadi motor penggerak dan simultan supaya program tersebut bisa berhasil,†kata Lilik menambahkan.
Sementara itu, Direktur Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR), Nunuk Fauziah, mengatakan, sudah seharusnya perusahaan memberikan program pemberdayaan kepada masyarakat sesuai dengan potensi yang ada. Khususnya program pemberdayaan yang diberikan kepada perempuan.
Nunuk, sapaan akrab aktivis perempuan itu mengatakan, perempuan mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dari perusahaan. Baik itu berupa program pelatihan, ataupun kegiatan lain yang bisa meningkatkan kapasitas perempuan lokal.
“Tentu harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Karena pada dasarnya perempuan kita itu cerdas,†kata Nunuk.(edp)