SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Dewan Kerajian Nasional Daerah (Dekrasnada) Lamongan, Jawa Timur, menggelar lomba desain batik  khas Lamongan tingkat pelar SMP dan SMA di show room produk unggulan, Minggu (27/4/2014). Diharapkan melalui lomba ini batik tulis khas Lamongan akan semakin dikenal masyarakat luas.
Lomba batik itu diikuti 39 pelajar SMP dan 40 pelajar SMA. Selama empat jam, puluhan pelajar tersebut diberi waktu mendesain batik dengan pola khas Lamongan yang sudah ditentukan. Ketentuannya, desain yang digambar di media kertas tersebut harus mengandung unsur kekhasan Lamongan.
Obyek khas Lamongan yang sudah ditentukan panitia lomba adalah ikan bandeng dan lele, bunga melati, Sunan Drajat, dan singo mengkorok yang merupakan gamelan jawa peninggalan Sunan Drajat.
Kemudian obyek khas Lamongan lainnya yang bisa dijadikan dasar desain adalah Wisata Bahari Lamongan (WBL), Gua Maharani, biota laut, nasi boran, serta buah siwalan.
“Peserta boleh memilih salah satu atau serangkaian obyek khas Lamongan,“ ujar Koordinator Lomba, Abdurrahman.
Dia menyebut juri lomba berasal dari Dewan Kesenian Lamongan (DKL) dan praktisi pembatik dari Lamongan. Sementara unsur yang dinilai adalah estetika, kreatifitas, ide desain, originalitas dan tentu saja harus menggambarkan kekhasan Lamongan.
Menurut, Ketua Dekrasnada Lamongan, Mahdumah Fadeli, digelarnya lomba tersebut agar masyarakat semakin mencintai batiki khas Lamongan. Terlebih batik tulis Lamongan sudah semakin dikenal masyarakat luar, terutama batik dari pengrajin di Desa Sendangduwur dan Desa Sendangagung Kecamatan Paciran.
“Saya berharap desain batik terbaik dari lomba hari ini bisa digunakan sebagai seragam batik pelajar di Lamongan. Sehingga pelajar Lamongan akan semakin mencintai budaya sendiri dan memiliki jati diri sendiri melalui batik khas yang dikenakan, “ kata Mahdumah Fadeli.(tok)