KAI Diminta Permudah Ijin Cross Rel

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT Pertamina (persero) dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mempermudah proyek pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (city gas) di area Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih Kecamatan Kradenan, Blora, Jawa Tengah.

Ketika meninjau lapangan, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjend Migas)  Kementerian ESDM, Edy Hermantoro, mengetahui kalau pemasangan pipa gas tersebut masih terkendala perlintasan rel kereta api dan tanah milik PT Pertamina untuk pemasangan pipa jargasnya. Meski pemasangan pipa ke 4.000 Rumah Tangga Sasaran (RTS) telah rampung dilakukan akhir tahun 2013 lalu. 

Edy Hermantoro yang melakukan tinjuan pembangunan jaringan gas di Blora, pada Jumat (25/4/2014) lalu, menjelaskan, pemasangan pipa sepanjang 1,2 km belum dapat dilakukan lantaran melintas di tanah milik PT Pertamina yaitu di proyek pengembangan gas Jawa  Area Gundih. Untuk mengatasi hal tersebut, kata Edy, dirinya mengaku telah  menghubungi Direktur Gas PT Pertamina Hari Karyuliarto, guna melakukan koordinasi agar pipa dapat segera terpasang dan mendapat respon positif.

Baca Juga :   Berharap Pembahasan Pad C dan D Dipercepat

“Pipa yang belum (terpasang) cuma 1,2 km. Karena melintasi di tanah Pertamina, jadi nggak boleh. Ini kan proyek pemerintah, saya minta dipermudah. Toh itu juga nanti penyerahan aset dan operatorshipnya juga gas dari pertamina,” ujar Edy seperti dilansir dari laman Mobile Website Ditjen Migas, Senin (28/4).

Sementara untuk jaringan pipa gas yang melintasi rel kereta api, Dirjend. Migas telah mengirimkam surat kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia agar diberikan izin pemasangan pipa, namun belum memperoleh tanggapan. Sebelumnya, Dirjen Migas dan jajarannya telah melakukan kunjungan kepada jajaran Kementerian Perhubungan terkait hal tersebut.

“Kita berharap Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api segera dapat memberikan izin. Nanti kita kejar lagi ke Perhubungan,” tegasnya.

Edy mengutarakan rencana pemasangan pipa cros rel tersebut akan ditanam 3 meter di bawah rel kereta, sesuai dengan standar keselamatan. Pipa selebar 6 inch itu juga dilengkapi dengan pelindung.

Kendala-kendala seperti ini, lanjut Edy, telah beberapa kali ditemui dalam pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga, seperti di Subang dan dapat teratasi. Edy mengharapkan dalam kasus Blora ini, juga dapat segera menemui jalan keluar karena masyarakat masyarat Blora sangat mengharapkan gas dapat segera mengalir ke rumahnya.

Baca Juga :   Gulirkan Red Carpet di SPBU Lamongan

Proyek City Gas ini merupakan kompensasi dari Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Blora selaku daerah penghasil gas. Sebanyak 4.000umlah jaringan gas sudah terpasang di desa-desa kawasan ring satu Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ). Diantaranya di Desa Sumber Kecamatan Kradenan, Desa Mojorembun Kecamatan Kradenan, Desa Wado, Desa Kemantren, Desa Pulo dan Desa Tanjung Kecamatan Kedungtuban serta Desa Kapuan Kecamatan Cepu.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *