LMND : Ada Imperialisme Pendidikan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) menyerukan masih menjamurnya tiga benih imperialisme pada pendidikan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur di era industrialisasi minyak dan gas (Migas) saat ini. Yakni kapitalisme, kastanisme, dan liberalisme.

“Oleh sebab itu, Pemkab Bojonegoro harus menjamin pemerataan pendidikan,” tegas anggota LMND Bojonegoro, Arif Rahman.

Seruan itu disampaikan LMND di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei sekarang ini.

“Kami sangat menyayangkan, masih ada benih-benih imperialisme di dunia pendidikan kita,” kata anggota LMND, Arif Rahman kepada suaraBanyuurip.com

Dia mengungkapkan, benih imperialisme seperti kapitalisme dalam pendidikan masih banyak terjadi. Yakni, pendidikan yang tinggi hanya bisa dienyam oleh orang-orang yang bermodal, sementara kastanisme pendidikan, dengan banyaknya perbedaan status perguruan tinggi negeri.

“Seperti PTN yang berstatus Badan Hukum Pendidikan hanya untuk orang mampu, dan yang berstatus Badan Layanan Umum hanya untuk orang yang tidak mampu,” tukasnya.

Dia menambahkan, liberalisasi di dalam pendidikan mulai bisa dirasakan dengan hadirnya investor asing yang masuk kedalam ranah pendidikan Indonesia. Hal ini merupakan penjajahan secara kultural hingga moral pada bangsa.

Baca Juga :   Empat Dusun di Gayam Digelontor Air Bersih

“Jangan sampai adanya industri migas di Bojonegoro liberalisasi pendidikan tumbuh subur,” tandasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *