Pekerja Blok Cepu Memilih Disebut Buruh

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy



Bojonegoro- Pekerja proyek minyak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur lebih memilih disebut buruh proyek dari pada pekerja atau pun karyawan. Pernyataan tersebut disampaikan saat dimintai tanggapan tentang peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Mei.

“Kita ini buruh atau kuli proyek,” kata Ismail salah satu pekerja di subkontraktor proyek Banyuurip ini.

Dia mengungkapkan, jika dilihat peran buruh proyek jasanya terbilang besar terhadap mega proyek andalan nasional ini. Meski hanya berstatus bawahan, namun atas jasa keringat dan tenaga jenis pengerjaan yang mungkin dianggap kasar tetap dijalani.

“Memang semuanya demi sesuap nasi, tapi terkadang buruh diperlakukan tidak adil,” kritiknya.

Menurut Ismail, menjadi buruh proyek tidaklah mudah. Karena pengerjaan di lapangan banyak resiko. Untuk dia menyayangkan apabila sampai terdengar para buruh belum menerima gaji hingga berbulan-bulan atau digaji tak layak.

“Ya mungkin ini sudah resiko para kuli proyek,Mas,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pekerja yang enggan disebut identitasnya menilai perosalan buruh atau tenaga kerja diproyek cukup miris. Hingga saat ini masih ditemui pekerja yang mengalami  keterlambatan gaji. Bahkan, dia berucap gaung besar mega proyek Blok Cepu tidak sesuai kondisi yang ada.

“Masih mas, termasuk saya, tetapi kebanyakan warga tidak beran protes,tahun depan belum tentu bisa kerja disini kalau proyek sudah rampung,”tukasnya.(roz)

Baca Juga :   4 Hotel Bintang Tiga Segera Dibangun di Bojonegoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *