DT Tak Bisa Kirim Tanah Urug ke Lokasi

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Hujan yang mengguyur lokasi ladang migas Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (03/05/2014) siang tadi, mengakibatkan Dump Truck (DT) pengangkut tanah urug tidak bisa masuk ke lokasi proyek Engineering Procurement and Constrution (EPC) – 5 Banyuurip.

Dari pantauan menyebut, sekira 10 DT pegangkut pedel harus parkir dipinggir jalan Desa Bonorejo, Kecamatan Gayaam karena kondisi hujan. Setelah hujan reda para sopir DT membawa tanah urug kembali untuk dijual kepada warga sekitar yang membutuhkannya dengan harga murah.

“Semua ini sudah menjadi resiko kami, Mas. Karena, sesuai kesepakatan memang ketika hujan tidak bisa ngirim pedel kelokasi proyek EPC-5,” kata salah satu drever DT yang tidak mau disebut namanya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (3/5/2014).

“Dari pada rugi, ya terpaksa saya jual ke warga yang membutuhkan dengan harga murah. Sebab, terbantur dengan setoran, Mas,” ungkapnya.

Namun disisi lain, dengan parkirnya DT di pinggir jalan desa ring satu itu membuat pengguna jalan yang melintas di jalur itu mengeluh. Karena selain mengganggu arus lalu lintas, juga menjadikan jalan licin.

Baca Juga :   Kecelakaan Beruntun di PUK Baureno - Kepohbaru Bojonegoro, 1 Remaja Tewas di Tempat

“Mau lewat susah, Pak. Karena kondisi jalannya sempit. Apalagi jalan menjadi licin rawan kecelakaan,” keluh Pardi, warga asal Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari saat menunggu giliran lewat tersebut. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *