SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta operator migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) transparans dalam pemberian program corporate social responsibility (CSR).Â
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngampel, Dirman, mengatakan, ada beberapa program CSR yang hingga kini belum dilaksanakan di desanya yang masuk wilayah Ring 1 Pad B Sukowati. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan warga.
“Padahal CSR itu sudah disepakati bersama, tapi kenapa masih tersendat sampai sekarang ini,” ujar dia.Â
Menurut Dirman, dengan adanya transparansi dari JOB P-PEJ untuk masing-masing program CSR tentu masyarakat akan mengtahui jenis program dan bagaimana proses CSR berlangsung.
“Transparansi itu bisa dilakukan dengan bermacam cara, misalnya saja membuat daftar perencanaan dan dipasang di papan pengumuman,” saran pemuda 29 tahun ini.Â
Selain itu, lanjut Dirman, dengan transparansi semua pihak bisa ikut mengevaluasi apa saja kekurangan dari pelaksanaan program CSR yang dilaksanakan.Â
“Jangan hanya transparansi soal jumlah dana saja, tapi juga pelaksanaannya,” imbuhnya.Â
Sementara itu, Bupati Suyoto, mengungkapkan, salah satu tujuan dibentuknya tim optimalisasi kandungan lokal bentukan pemerintah kabupaten (pemkab) adalah untuk mengevaluasi program CSR yang diberikan operator migas kepada masyarakat.
“Mereka terus mengevalusai, untuk melihat efektifitas, ” tegas Suyoto dikonfirmasi terpisah.
Namu Suyoto belum dapat membeberkan hasil evaluasi yang dilakukan tim konten lokal. Hanya saja dia menghibau kepada masyarakat untuk jangan mudah menyimpulkan program CSR yang digulirkan tepat sasaran ataukah tidak. Alasanya dia semua butuh pembelajaran dan evaluasi.Â
“Ada Bappeda yang memegang bagian itu,” pungkasnya.(rien)