SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Gara-gara tidak ada kejelasan program corporate social responsibility (CSR) dan dana tali asih 2013 dari Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB P-PEJ), masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memasang banner di depan lokasi Pad B Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Sabtu (3/5/2014).
“Selama ini kami diam, tapi kok keterusan tidak ada tanggapan,” tegas Tokoh Masyarakat Desa Ngampel, Pamuji kepada suarabanyuurip.com
Pantauan di lapangan, dua banner yang dipasang di depan lokasi Pad B itu bertuliskan, “Jangan ada moving sebelum program CSR dan tali asih 2013 diselesaikan dan dikemanakan budget CSR Rp26 juta, bantuan benih ikan kok masyarakat tidak ada yang menerima.”
Sementara itu, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngampel, Dirman, mengaku, sudah memprediksi adanya aksi protes warga terhadap pelaksanaan program CSR di Ngampel yang kurang transparan.
“Kami merasa program benih ikan tidak tepat sasaran, karena tidak ada satupun warga yang menerima,” tegasnya.
Selain itu, warga juga menuntut kekurangan dana tali asih untuk perbaikan Mushola di RT 2, 3, dan 4 segera diselesaikan. Apabila tidak ada tanggapan dari JOBP-PEJ, warga mengancam akan melakukan penghadangan moving rig ke dalam lokasi Pad B.
Terpisah, Field Administration Superintendant, JOB P-PEJ, Basith Syarwani, belum memberikan konfirmasinya mengenai hal tersebut.(rien)