SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Wakil Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Setyo Hartono, meminta Badan Perijinan untuk memperketat pengawasan pembangunan tower seluler di wilayahnya. Sebab selama ini para pengusaha menghilang tanpa jejak setelah lima tahun berjalan.
“Banyak pengusaha yang nakal, dia mendirikan tower disini setelah lima tahun tidak menunjukkan diri, dimana kantornya juga tidak ada,” kata Setyo Hartono, kepada suaraBanyuurip.com, Senin (5/5/2014).
Purnawirawan TNI itu mengungkapkan, tower-tower yang tidak berijin sekarang ini masih dibiarkan berdiri karena membutuhkan dana yang besar yaitu berkisar antara Rp 35 juta sampai Rp40 juta.
Hartono mengaku, keberadaan tower yang ilegal atau habis masa ijinnya sangat berbahaya bagi masyarakat yang tinggal disekitarnya, terlebih tidak ada tanggung jawab sama sekali dari perusahaan.Â
“Sebaiknya yang sudah berdiri sekarang ini segera diinventarisir. Sedangkan yang belum berdiri harus diawasi, baik itu nama perusahaan, alamat kantor dan harus membuat adendum,” tegasnya.
Hartono menyatakan, jika adendum tersebut sangat penting dibuat karena saat habis kontraknya harus ada pembongkaran dari pihak perusahaan. Karena Satpol PP sendiri tidak mungkin melakukannya, sementara pembongkaran menelan biaya sangat besar.(rien)