Pemdes Ngampel Sayangkan Sistem CSR

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merasa kecewa dengan sistem yang diberikan oleh operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) dalam memberikan program Corporate Sosial Responbility (CSR) kepada masyarakat.

Sekretaris Desa Ngampel, Hantoyono, mengungkapkan, sistem pemberian program CSR yang dilakukan JOB P-PEJ bisa mengadu domba antara perangkat desa dan masyarakat. 

“Seandainya dalam pengerjaan CSR diberikan kepada desa, maka tidak akan timbul kecurigaan masyarakat terhadap perangkat desa,” kata Hantoyono kepada SuaraBanyuurip.com Dia menjelaskan, dalam sistem yang digunakan saat ini pihak JOB P-PEJ langsung bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu toko bangunan ataupun toko lainnya sesuai kebutuhan program.

Akan tetapi, baik masyarakat maupun perangkat desa tidak ada yang mengetahui program apa dan toko mana yang ditunjuk untuk memberikan bahan mentahnya. ‘Akhirnya timbul kecurigaan masyarakat, uangnya berapa, nilai materialnya berapa, digunakan untuk apa saja,” tukasnya.

Menurut kacamata pria yang pernah menjabat sebagai kepala desa di Ngampel ini, seharusnya JOB P-PEJ memberlakukan sistem tender untuk masing-masing program. Tender tersebut juga dilakukan secara musyawarah, dan terbuka yang diikuti oleh masyarakat desa Ngampel.

Baca Juga :   Exxon Siapkan Rp. 28,5 M untuk CSR Blok Cepu

“Sehingga pertanggungjawabannya itu gampang, kalau ada penyimpangan masyarakat tahu, siapa yang bertanggung jawab mengenai hal itu,” tegasnya. Pihaknya berharap, JOB P-PEJ tidak lepas tangan dan menyalahkan kenapa program CSR tidak berjalan meskipun mereka sudah merasa memberikan. Karena, program CSR itu seharusnya diawasi dan ada pendampingan sampai program yang dimaksud sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Ya begini ini jadinya, ramai,” pungkasnya.  

Sementara itu, Field administration Superintendant JOB P-PEJ, Basith Syarwani, belum memberikan tanggapannya karena masih berada di Jakarta.”Saya belum bisa memberikan konfirmasi, karena masih di Jakarta,” jawabnya singkat melalui Short Message Service (SMS). (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *