SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Terbatasnya kebutuhan tenaga kerja (Naker) di ladang minyak Tiung Biru (TBR) yang di operatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Aset 4, membuat warga sekitar pemboran memilih untuk bekerja di luar Jawa. Salah satu yang menjadi tujuannya adalah di wilayah Kalimantan.
Suwoto, warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku, sejak setahun yang lalu memilih mencari pekerjaan di Kalimantan sebagai tenaga siesmik. Sebab, tak bisa terekrut sebagai naker di proyek TBR.
“Setelah saya selesai menjadi naker di lokasi TBR-C saat dilakukan perawatan, pada bulan puasa tahun lalu saya pergi ke Barau, Kalimantan nglamar sebagai naker siesmic. Alhamdulillah diterima, Mas,” kata Suwoto kepada suarabanyuurip.com, Senin (5/5/2014).
Dia menjelaskan, meski kecewa tak bisa masuk menjadi naker di TBR di desanya, bukan menjadi masalah. Karena semua itu sudah menjadi keputusan perusahaan.
“Kalau sertifikat tentang migas saya punya, dan juga sudah pernah mengajukan lamaran melalui Disnakertransos Bojonegoro. Tapi, pada kenyataannya saya tidak mendapatkan pekerjaan di TBR. Jadi, saya memilih kerja di Kalimantan saja, Mas,” ujar Suwoto, menjelaskan.
“Saya pulang baru sekira 10 hari bertemu keluarga, dan Insya Allah dalam waktu dekat ini saya akan balik lagi ke Kalimantan untuk meneruskan aktifitas saya disana. Sambil menunggu jika nanti saya direkrut di Proyek TBR,” imbuhnya.(sam)