SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar pertemuan dengan Kepala Desa (Kades) Pujianto, dan operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) di balai desa setempat, Selasa (6/5/2014).Â
Musyawarah ini untuk menyelesaikan permasalahan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari JOB PPEJ tentang benih ikan, dan kekurangan tali asih untuk warga yang terkena dampak produksi.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngampel, Sudirman, mengaku, pertemuan tersebut untuk meluruskan dan mencari titik temu antara warga dan Kades akibat salah faham mengenai program CSR pengadaan bibit ikan.
“Seharusnya, bibit ikan dari JOB PPEJ itu diserahkan warga sesuai proposal, dan pendataan yang sudah dilakukan sebelumnya,” tegas pemuda 29 tahun ini usai pertemuan.
Dia mengungkapkan, saat melakukan pendataan sebelumnya dari RT 1 sampai RT 7 masing-masing warga yang memiliki kolam mendapatkan benih ikan. “Tapi kok ikannya ada di tangan orang-orang tertentu saja, dengan alasan percontohan. Ya tidak bisa, CSR itu kan untuk masyarakat,” terangnya.
Dia mengungkapkan, usai melakukan pertemuan dengan semua pihak, akhirnya Kades Pujianto akan memberikan bibit ikan gurame sebanyak 200 ekor kepada masing-masing warga yang memiliki kolam. Berdasarkan data yang ditulis, ada 5 sampai 10 KK di masing-masing RT yang berhak mendapatkan sesuai proposal.
Sementara itu Ketua RW 1, Karsono, menyatakan, untuk kekurangan tali asih agar segera diselesaikan oleh pihak toko bangunan agar warga tidak resah, dan pembangunan Mushola berjalan lancar. Terlebih dana senilai Rp25 juta sudah cair bulan-bulan sebelumnya.
“Untuk saat ini JOB PPEJ bisa melakukan kegiatan moving rig kembali karena sudah ada kesepakatan bersama. Ke depan untuk pemberian program CSR harus ada pendampingan, dan pengawasan sampai program itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar,” pungkasnya. (rien)