SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Sejumlah warga sekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu mengaku kecewa dengan kembali dilakukannya pemadaman listrik yang terjadi hari ini. Warga menilai pemadaman terlampau sering dilakukan tanpa ada keterangan yang jelas.
“Kebanyakan warga tidak tahu penyebabnya,” keluh Rajiman, salah seorang warga Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Rabu (7/5/2014).
Dia mengungkapkan, warga Gayam dan sekitar proyek Banyuurip merasa dirugikan adanya pemadaman lantaran banyak aktivitas yang berkaitan dengan industri Migas meski tidak secara langsung.
“Tentunya banyak kontraktor lokal yang aktivitasnya terkendala oleh pemadaman ini,” tuturnya.
Selain itu, sejumlah pedagang makanan dan minuman kecil juga merasakan kondisi serupa. Hal itu berbeda dengan perusahaan yang sudah memiliki genset atau peralatan lebih siap. Sehingga, adanya pemadaman tak begitu berpengaruh terhadap aktivitas.
Dia mengatakan, terlebih pemadaman dilakukan dengan senggang waktu relatif lama. Untuk hari ini listrik mulai padam pada jam 11.00 WIB dan hingga jam 16.00 WIB lebih belum juga menyala. Sebelumnya pemadaman juga terjadi sekitar dua minggu lalu.
“Seharusnya ada pemberitahuan yang jelas dan dapat diterima semua masyarakat, kalau begini caranya masyarakat kecil lagi yang paling dirugikan,” ujarnya. (roz)