Sidak UN, Bupati Blora Dapat Keluhan Honorer K-2

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora – Hari ketiga pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat, Bupati Blora, Jawa Tengah, Djoko Nugroho, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kecamatan Bogorejo dan Kecamatan Jepon. Sidak kali ini dimanfaatkan beberapa guru honorer Kategori dua (K-2) yang belum lolos dalam tes CPNS pada akhir desember 2013 lalu untuk berkeluh kesah.

Mendapat keluhan honorer yang mayoritas  sudah mengabdi puluhan tahun itu Bupati Djoko Nugroho meminta kepada mereka untuk bersabar.

“Sudah lebih dari 20 tahun saya ini mengabdi tapi belum juga diangkat, kemarin tidak lolos,” kata salah seorang guru honorer SMP 1 Bogorejo  yang enggan disebutkan namanya.

Bupati Djoko Nugroho yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Achmad Wardoyo dan Kabag Humas dan Protokol Setda Blora, Irfan A Iswandaru, mengatakan, yang penting tetap memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa dengan baik.

“Pengennya semua bisa diangkat tapi kuato yang terbatas, bersabar dulu,” katanya Kokok, demikian akrab disapa.

Sementara itu, Tiga sekolah SMP yang dipantau, pelaksanaan UN hari ketiga dengan mata pelajaran Bahasa Inggris secara umum berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.

Seperti di SMP 1 Bogorejo dari peserta 197 siswa sejak hari pertama sampai hari ketiga masuk semua, begitu juga di SMP 2 Bogorejo dengan jumlah siswa 66 dan SMP 1 Jepon dengan siswa 295 peserta UN.

Kepala SMP 2 Bogorejo, Suharyadi mengatakan, bahwa jumlah murid kelas IX memang 66 siswa. Sebagai sekolah di wilayah perbatasan, maka  muridnya ada yang berasal dari  Kabupaten Rembang dan Kabupaten Tuban.

“Namun untuk semua murid peserta ujian nasional ini ikut semua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Blora,  Achmad Wardoyo mengatakan, bahwa jika ada siswa yang tidak ikut UN maka bisa mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan minggu depan. “Ujian susulan itu sesuai dengan mata pelajaran yang tidak diikutinya. Jika hanya Matematika yang tidak ikut maka ujian susulannya juga Matematika,” katanya.

Wardoyo mengemukakan, selain UN SMP/MTS juga diikuti oleh dua siswa dari SMPLB. Sedangkan untuk kejar paket B/Wustho hari ini adalah hari terakhir dimana yang diujikan enam mata pelajaran.(ali)

Baca Juga :   Tahun 2021, Bojonegoro Tanam 130 Ribu Pohon di Enam Kecamatan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *