Nakertransos Siapkan Pelatihan Keterampilan

SuaraBanyuurip.com - D Suko Nugroho

Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Jawa Timur menyiapkan serangkaian pelatihan untuk mengantisipasi membludaknya pengangguran menjelang berakhirnya proyek pengembangan penuh lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu.

“Kita sudah berkoordinasi dengan operator, BBS dan kontraktor EPC untuk menyiapkan pelatihan kepada warga lokal yang saat ini masih terlibat di pproyek EPC,” kata Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adi Wicaksono di sela-sela mengikuti pemaparan kebijakan publik berawawasan lingkungan dari Bupati Kabupaten Bangka Belitung Timur, Basuri Cahya Purnama di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Suyoto, Kamis (8/5/2014) malam.

Saat ini, jumlah tenaga kerja yang terlibat di proyek engineering, procurement and construction (EPC)-1 dan 5 Banyuurip yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, sekira 6000 orang lebih. Dari jumlah tersebut sekira 4000 orang adalah warga lokal Bojonegoro yang mayoritas terlibat sebagai tenaga unskill.

Namun, menjelang berakhirnya proyek pembangunan fasilitas penunjang penuh pproduksi Banyuurip dipastikan akan diikuti pengurangan tenaga kerja dan memunculkan pengangguran baru. Sesuai kontrak aktif proyek EPC-1 Banyuurip berakhir pada Agustus 2014 ini.

“Ada beberapa pelatihan-pelatihan yang kita siapkan. Yakni pelatihan di bidang migas maupun non migas seperti kewirausahaan, potong rambut, dan jasa-jasa lainnya,” ujar Adi.

“Namun mereka sepertinya tak minat untuk mengikuti pelatihan itu. Mereka sudah terlanjur enjoy menjadi tenaga kerja di proyek meskipun hanya sebagai tenaga kasar atau flagman,” lanjut Adi mengungkapkan.

Menurut Adi, pelatihan keterampilan di bidang migas dan non migas yang disiapkan ini untuk mempersiapkan warga Bojonegoro menjelang proyek Gas Cepu dan pembangunan pabrik pupuk Kujang. Yang mana dalam proyek tersebut nantinya juga akan membutuhkan ribuan tenaga kerja.

“Kami harapkan dengan pelatihan ini nantinya mereka tak sekedar menjadi kuli proyek. Selain itu mereka juga bisa menangkap peluang usaha dari kegiatan tersebut,” pungkas mantan Camat Margomulyo itu. (suko)

Baca Juga :   Mantapkan Pendirian Pabrik Pupuk Pusri

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *