SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Petani sekitar lokasi ladang migas Alas Tua Barat (ATW) Blok Cepu, di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dalam musim tanam kedua tahun ini memilih untuk menanam bawang merah. Karena selain kebutuhan pengairan mudah, hasil bawang merah lebih memuaskan dibandingkan tanam padi.
“Hasil panen brambang lebih menjanjikan dibandingkan padi,” kata Surono, petani asal Dusun Lengkong, Desa Ngasem kepadasuarabanyuurip.com, Rabu (7/5/2014).
Dia menjelaskan, panen tanaman bawang merah dinilai lebih cepat dibanding padi yakni hanya 60 hari atau lebih cepat satu bulan. Sedangkan bibitnya dalam seperempat hektarnya adalah 1 sampai 2 kwintal dengan harga perkilogramnya Rp19.000.
“Usia 2 bulan sudah bisa dipanen. Sedangkang, padi 3 sampai 4 bulan baru bisa dipanen,” ujar Surono.
Surono mengaku, untuk lahan seluas seperempat hektar itu biaya tanam yang dikeluarkan mencapai Rp 10 juta. Biaya itu untuk membeli bibit 2 kuintal dan upah tenga kerja. Bibit 2 kuintal itu bisa menghasilkan 2 ton bawang merah.
“Harga brambang saat panen rata-rata perkilonya Rp10.000. Tinggal ngalikan saja 10 ribu kali 2 ton,” jelasnya.
“Kalau kondisi tanaman brambangnya normal dari sekilo bibit bisa menjadi 10 kilo saat panen,” sambung Paiman warga Ngasem lain.(sam)