SuaraBanyuurip.com -Â Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebanyak 35 mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro, Jawa Timur melakukan unjuk rasa menuntut pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat meningkatkan sistem pendidikan berbasis loakalitas.
Ketua PMII Bojonegoro, Muhajir, mengatakan, sistem pendidikan di Indonesia saat ini yang ada adalah mendidik manusia untuk menjadi robot industrialisasi. Maka sistem pendidikan diarahkan pada kepentingan globalisasi dan industrialisasi.
“Lingkungan di dunia pendidikan hanya terkonsentrasi pada kebutuhan industruialisasi dan globalisasi sehingga ilmu yang berbasis muatan lokal, kewarganegaraan, moral, agama dan pengembangan karakter dikesampingkan,” ujarnya.
Dia menyatakan, Pendidikan sekarang ini khususnya di Bojonegoro yang mulai memasuki era industrialisasi migas, telah mengarah pada praktek-praktek kapitalisasi.
“Jadi dapat disimpulkan, bahwa pendidikan di negara ini hanyalah sarat dengan kepentingan neoliberalime,” tegasnya.
PMII turun jalan untuk mengaspirasikan, problematika dunia pendidikan di Bojonegoro diantarannya penuntasan pembangunan atau infrastruktur pendidikan, meningkatkan moralitas elemen dunia pendidikan, memaksimalkan K-13, menjadikan Bojonegioro sebagai kota pendidikan, memperjelas kinerja pendidikan, kurikulum berbasis muatan lokal dan moralitas dan masalah kejujuran UN.
“Kami menawarkan beberapa solusi diantaranya pembenahan sistem pendidikan yang terpaku oleh kepentingan globalisasi dan industrialisasi menuju sistem pendidikan berbasis muatan lokal dan moral serta menjadikan UN sebagai tolak ukur dan pemetaan pendidikan Nasional bukan sebagai syarakat kelulusan siswa semata,” tukasnya.
Pantauan di lapangan, PMII melakukan aksi di beberapa tempat diantaranya Bundaran Adipura Jalan Diponegoro, Kantor Dinas Pendidikan Jalan Pattimura, Kantor DPRD Jalan Trunojoyo dan terakhir halaman Pemkab Bojonegoro, Jalan Mas Tumapel.(rien)