Standar Safety Proyek Blok Cepu Dipertanyakan

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Peringatan jam tanpa kecelakaan kerja di Lapangan proyek Banyuurip, Blok Cepu sejauh ini hendaknya harus transparan dan sesuai realitas dilapangan.

Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Sekitar Peduli Tambang Minyak (MSTPM), Parmo.

“Saya rasa kegiatan itu hanya pencitraan semata,” kata dia kepada Suarabanyuurip.com Kamis (8/5/2014).

Dia mengungkapkan, meski kerap dihimbau penting safety (keselamatan kerja), namun pada dasarnya masih banyak kecelakaan kerja yang terjadi di lapangan. Seperti kecelakaan yang terjadi sore tadi di lokasi proyek EPC-1 Banyuurip yang mengakibatkan salah satu tenaga kerja mengalami patah paha akibat tertimpa pipe rack.

“Sebenarnya banyak terjadi insiden,” imbuhnya.

Parmo menambahkan, pihaknya juga mempertanyakan standart keamanan sekelas proyek internasional ini.

“Kabarnya memang baru ada peringatan jam kerja lagi, tapi sebenarnya tidak pantas,” ucapnya.

Community Affairs konsorsium PT.Tripatra-Samsung, Budi Karyawan menyatakan penghitungan kerja atau Loos Time Injury (LTI) dilakukan sesuai prosedur.Dengan kata lain, jika ada insiden akan dihitung kembali pada angka awal.

Baca Juga :   Ditinggal 5 Menit Ganti Ban Rp 65 Juta Raib

“Kembali dihitung nol lagi,” imbuhnya.

Hanya saja, mengenai terkait adanya insiden kecelakaan kerja belakangan ini, Budi mengaku belum mengtahui. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *