SuaraBanyuurip.com -Â Ririn wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menilai kurikulum pendidikan 2013 saat ini masih kurang maksimal. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya permasalahan internal di Dinas Pendidikan (Dindik) Bojonegoro.
Anggota Komisi C, Aminoto, mengungkapkan, kurikulum 2013 belum bisa maksimal dikarenakan pendistribusian buku yang seharusnya sudah dilakukan secara merata oleh siswa-siswi semua tingkatan baik SD, SMP, maupun SMA masih tersendat karena sistem tender yang bermasalah di Dindik Bojonegoro.
“Lihat saja sampai sekarang masalah buku belum diselesaikan oleh Dindik, dibilang sudah siap itu darimana,” kata politisi asal PKS ini kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (9/4/2014).
Dia mengungkapkan, tidak hanya mengenai buku saja yang masih terkendala akan tetapi juga pemberian beasiswa yang dinilai belum tepat sasaran dan belum sepenuhnya dilakukan dengan benar.
“Masih banyak murid yang belum mendapatkan beasiswa, jadi saya rasa Dindik sendiri belum siap menghadapi kurikulum 2013 ini,” tandasnya.
Aminoto menyampaikan, komisinya akan memanggil Dindik untuk membahas permasalahan ini baik cara menenderkan buku agar tidak terjadi masalah maupun pemberian beasiswa yang tepat.(rin)