Diduga Karena Gangguan Mahkluk Gaib

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Penyebab sering terjadinya insiden di proyek migas Banyuurip, Blok Cepu, ditanggapi beragam oleh warga sekitar proyek. Warga di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang sampai saat ini masih kental dengan mistis, menengarai terjadinya insiden itu dikarenakan kontraktor pelaksana proyek kurang memperhatikan adat jawa, seperti sedekah bumi.

Terlebih di sekitar lokasi proyek tersebut banyak tempat yang diskralkan oleh warga. Diantaranya  adalah Sendang Kelor, Sendang Lego dan lain sebaginya. Sendang itu hingga saat ini masih disakralkan oleh warga.

“Kepercayaan warga sekitar Banyuurip terkait dengan tempat-tempat peninggalan itu masih kuat, Mas. Bahkan setiap tahunnya masih selalu di lakukan sedekah bumi di situ. Jadi seringnya terjadi kecelakaan kerja proyek itu dimungkinkan penunggu tempat yang angker tersebut murka. Karena kurang diperhatikan,” kata Jasmin, warga Gayam kepada suarabanyuurip.com, Jumat (9/5/2014).

Dia menjelaskan, murkanya penunggu tempat yang disakralkan warga itu dimunginkan karena banyaknya tempat makluk gaib yang digusur untuk kepentingan proyek. Lain itu juga kurangnya perhatian perusahaan untuk menghormatinya.

Baca Juga :   Besok, Aktivitas Proyek GPF J-TB Libur

“Kita orang jawa jadi sugestinya kuat terhadap hal-hal gaib. Meski dibuatkan yang baru, ibaratnya rumah kita dirusak suatu saat pasti juga mengganggunya. Karena itu sering terjadi insiden di lokasi proyek tersebut, Mas,” ujar Jasmin, mengungkapkan.

“Seharusnya, perusahaan sekali waktu mengadakan syukuran dengan membaca do’a sesuai dengan agamanya masing-masing. Insya Allah setidaknya insiden akan bisa berkurang,” sambung Wajib warga Gayam lainnya. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *