SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Keberadaan Elpiji ukuran 3 Kilogram (Kg) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah langka. Kalaupun ada harga tinggi diatas harga eceran tertinggi (HET).
Langka dan mahalnya bahan bakar memasak bersubsidi itu sudah terjadi dua minggu terakhir. Harga elpiji ukuran 3 Kg di tingkat masyarakat mencapai Rp20 ribu per tabung. Sementara dari agen cukup bervariasi ada yang Rp 17 ribu sampai Rp 18 ribu.
“Biasanya di pengecer atau toko, saya beli Rp15 ribu, sekarang malah sudah Rp 20 ribu. Beberapa hari ini cari baru dapat hari ini,” kata Sri Rahayu warga kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora pada suaraBanyuurip.com, Jum’at (9/5/2014).
Meski warga mengaku keberatan untuk membelinya, namun tetap saja membeli dikarenakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari. “Selain susah mendapatkannya, harganya juga tinggi. Apalagi di pengecer belinya juga harus antri,” ujarnya.
Akibat langkanya elpiji 3 Kg itu pengecer juga harus serba cepat datang ke distributor manakala ada barang datang. Seperti disampaikan Andri, salah satu pengecer elpiji di Jepon.
“Sejak dua minggu ini selalu terlambat, sehingga selalu habis setiap kali dapat padahal langganan saya banyak,” kata Andri.
Menurut dia, banyak pelanggannya yang terpaksa belum diberi karena stok barang yang terbatas. Dirinya juga mengaku menaikkan harga Rp 1.000 saja, sebab barangnya memang sulit.(ali)