Kontraktor EPC Diminta Tetap Pertahankan Naker Lokal

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Pengurangan tenaga kerja menjelang berakhirnya proyek Blok Cepu disikapi pemerintah desa (Pemdes) sekitar Banyuurip. Mereka meminta agar pengurangan tenaga kerja tidak dilakukan secara acak.

Seperti yang disampaikan Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur. Desa ring 1 Blok Cepu itu berharap kepada kontraktor pelaksana proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-1 dan 5 Banyuurip, Blok Cepu untuk memilah-milah pengurangan tenaga kerja agar tida menimbulkan membludaknya pengangguran.

“Solusinya, kurangi dulu naker yang dari luar daerah. Sedangkan, naker yang dari warga desa sekitar biarkan dulu. Kususnya warga yang dari Desa Mojodelik,” kata Sekretaris Desa (Sedes) Mojodelik, Parlin kepada suarabanyuurip.com, Jumat (09/05/2014).

Menurut Parlin, kalau pengurangan tenaga kerja dilakukan tanpa pertimbangkan memprioritaskan warga lokal untuk tetap bekerja, maka dampaknya memunculkan pengangguran warga sekitar yang berujung  pada gejolak sosial masyarakat.

“Sehingga, imbasnya dipastikan juga dipengerjaan proyek,” ujar dia, menerangkan.

Dari data Pemdesa Mojodelik, jumlah tenaga kerja yang terlibat di proyek EPC-1 sekira 5.600 orang. Dari jumlah tersebut warga Mojodelik yang terlibat sekira 300 orang yang mayoritas sebagai tenaga kasar seperti helper dan lain sebagainya. Selebihnya orang luar semua.

“Saya yakin jika warga sekitar yang jadi naker ikut dikurangi sekarang, pasti akan timbul gejolak. Karena banyak yang nganggur, dan sudah sulit untuk mencari pekerjaan. Sebab, lahan mereka banyak yang sudah dibebaskan untuk kepentingan proyek Blok Cepu,” kata Parli mengungkapkan.

Parlin juga menyarankan, agar tenaga kerja dari desa sekitar proyek dimasukan sebagai di proyek EPC-5 Banyuurip yang dilaksanakan Konsorsium PT. Hutama Karya (HK) – Rekayasa Industri (Rekind). Sebab, proyek EPC-5 lagi dimulai secara maksimal sehingga dipastikan akan membutuhkan tenga kerja cukup banyak .

“Untuk mengatasi dampak pengangguran, pendirian pabrik Pupuk Kujang itu segera dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro. Karena, dengan begitu dipastikan juga bisa menyerap banyak naker dari warga lokal. Informasinya, pabrik pupuk kujang itu akan didirikan di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem” imbuh Parlin. (sam)

Baca Juga :   Pemerintah Anggarkan Kompor dan Motor Listrik Rp1,4 Triliun

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *