SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Paska insiden kecelakaan kerja di mega proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu beberapa hari lalu sejumlah pekerja mengaku, mulai mendapat peringatan ekstra ketat soal safety atau keamanan dalam proyek.
“Iya setelah kejadian kemarin kita langsung dapat peringatan ketat,” kata Yanto, seorang pekerja dari salah satu subkontraktor proyek EPC-1, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (10/5/2014).
Dia mengungkapkan, ketatnya peringatan safety tersebut merupakan himbauan, agar para pekerja lebih berhati-hati. Di samping itu pekerja diminta agar lebih fokus dalam melakukan pekerjaan sesuai bidangnya.
“Kerja di proyek memang penuh risiko, adakalanya tidak bisa dengan bercanda,” imbuhnya.
Yanto mengaku, dia bersama rekannya langsung mendapat instruksi khusus dari pemilik perusahaan yang menaunginya agar kecelakaan kerja dapat terminimalisir. “Paling tidak bukan karena keteledoran,” ucap warga asli Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro ini.
Pihaknya tidak menampik bilamana juga terdapat faktor di luar logika yang memang masih diyakini. Dengan kata lain, faktor gaib yang berada dilingkup pengerjaan proyek Banyuurip.
“Dulunya sebelum ada proyek daerah sini sepi. Selain ladang persawahan juga banyak semak belukar,” ceritanya.
Karena itu, walaupun proyek Banyuurip menggunakan teknologi canggih ada hal-hal yang tak bisa dinalar diluar pikiran sehat manusia. “Memang kondisinya seperti itu, mau bagaimana lagi,” tutur Yanto. (roz)