Pemdes Sambiroto Tunggu Penyelesaian CSR MCL

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mempertanyakan kelanjutan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) untuk pengurukan jalan, Senin (12/5/2014). Sebab  Sambiroto merupakan salah satu desa yang terlintasi pipa minyak Banyuurip.

Kepala Desa Sambiroto, Sudjono, mengungkapkan, pengurukan jalan yang diberikan oleh MCL tersebut sudah dilakukan sejak akhir tahun 2013 lalu, namun sampai sekarang belum ada kelanjutan dan dibiarkan begitu saja.

“Kira-kira sudah berjalan 70 persen,” ujar dia kepada suarabanyuurip.com, Senin (12/4/2014).

Sudjono menjelaskan, ketinggian jalan yang diurug tersebut sekira 1 meter dengan lebar 6 meter sepanjang 330 meter.

Sesuai keterangan yang didapat pihak desa, lanjut Sudjono, tersendatnya program tersebut dikarenakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menangani pengurukan jalan itu belum mendapatkan pencairan dana dari MCL.

” Kalau tidak salah dengar, program tersebut dianggarkan Rp 100 Juta,” tandasnya.

Terpisah, Public and Government Affair Manager, MCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, di Desa Sambiroto tersebut, MCL telah menjalankan program peningkatan kualitas infrastruktur publik berbasis masyarakat berupa urukan jalan sawah.

Baca Juga :   Pertamina EP Aset 4 Field Cepu Realisasikan CSR Pertanian Desa Bajo

“Saat ini program sudah mencapai tahap penyelesaian akhir dimana kami dan mitra LSM terus bekerjasama dan berkoordinasi dengan tim pelaksana dan pemerintahan desa setempat,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *