Produktivitas Tenaga Kerja Lokal Rendah

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menilai produktivitas tenaga kerja lokal di proyek Migas sekarang ini menurun.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos), Ady Witcaksono, mengungkapkan, saat memantau para pekerja di lapangan banyak yang melalaikan tugasnya.

“Padahal, perusahaan sudah memenuhi tanggung jawabnya dalam hal kesejahteraan pekerja sesuai undang-undang,” ujarnya.

Ady mengatakan, saat melihat kondisi seperti itu pihaknya memberikan sebuah upaya kesadaran bagi pekerja lokal agar tidak seenaknya saat bekerja. Misalkan pulang sebelum waktunya, atau tidak mentaati peraturan yang dibuat oleh perusahaan.

“Kami juga memberikan motivasi kepada pekerja, agar bertanggung jawab atas pekerjaan yang diembannya,” tukasnya.

Ady bahkan sempat heran, ada salah satu pekerja di proyek Banyuurip yang berhenti tanpa alasan yang jelas. Padahal dengan gaji Rp2 juta sebagai Flagman, tentu kesempatan emas yang sayang disia-siakan.

“Saya tanya kenapa ke luar, jawabnya malas bekerja,” ujarnya. 

Dia menilai, alasan dari beberapa pekerja lokal yang memiliki produktivitas rendah tersebut dikarenakan ego yang masih tinggi. Mereka kebanyakan merasa sebagai tuan rumah sehingga bekerja dengan seenaknya.

Baca Juga :   Pertamina Internasional EP Catatkan Produksi 213 Ribu Barel Setara Minyak Per Hari

“Memang itu yang kami lihat dari lapangan, dan sangat disayangkan,” tandasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *