SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –Transportasi proyek minyak dan gas bumi Lapangan Sukowati, Blok Tuban, yang di operatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), membuat jalan di Dusun Mlaten, Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, menjadi berdebu. Operator mengaku telah melakukan penyiraman selama tiga kali dalam sehari untuk meminimalisir polusi debu.
Pantauan dilapangan, akibat polusi debu itu, warga yang biasa melintasi jalan tersebut harus menutup hidung agar debu yang beterbangan tidak terhirup. Apalagi kendaraan yang lewat di jalan tersebut sangat besar dan berjalan pelan.
“Jadi harus jaga jarak sama kendaraan itu,” ujar Susanti, warga Campurejo saat melewati jalan tersebut.
Mahasiswi dari Universitas Swasta di Bojonegoro ini menyayangkan tidak adanya penyiraman dari pelaksana proyek. Karena selama ini kendaraan yang berlalu lalang berasal dari camp atau penampungan alat ke lokasi Pad B.
“Setahu saya begitu Mbak,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Campurejo, Edy Sampurno, mengungkapkan, masyarakat di sekitar Mlaten sudah mendapatka kompensasi setiap bulan sebesar Rp 20 juta berupa sembako yang dibagi tiap RT dari JOB P-PEJ.
“Setahu saya , tiap malam juga sudah disiram oleh JOB P-PEJ,” imbuhnya.
Terpisah Field Administration Superintendent JOB P-PEJ, Basith Syarwani, belum memberikan keterangaannya.
“Saya masih rapat di Jakarta,” ujarnya singkat.(rien) Â