Ratusan Karyawan Terancam Menganggur

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Berakhirnya Tolling Agreement (kerja sama) antara PT Pertamina dengan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) pada 20 Mei 2014 mendatang, bakal mengakibatkan ratusan karyawan kehilangan pekerjaan.

Data dari Serikat Pekerja PT TPPI, saat ini ada sekitar 400 karyawan tetap, dan 280 karyawan outsoucrhing yang bekerja di pengilangan minyak raksasa tersebut.

“Dengan berakhirnya Tolling Agrement, karyawan pun akan terancam kehilangan pekerjaan,” kata Ketua Umum Serikat Pekerja TPPI, Suhariyadi, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (15/5/2014).

Suhariyadi mengatakan, hal itu bisa saja terjadi mengingat hingga sampai saat ini tidak ada kejelasan siapa yang mengelola kilang itu lagi. Setelah PT TPPI tidak mendapatkan suntikan dana lagi dari PT Pertamina, selaku pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut.

“Rinciannya 50 persen dari karyawan tetap adalah orang lokal (Tuban), sementara karyawan outsourching kesemuanya merupakan orang lokal,” terang Suhariyadi.

Selain itu, dia berharap pemerintah segera melakukan langkah penyelamatan kilang tersebut. Kilang tersebut merupakan potensi, dan aset yang besar bagi bangsa.  Kilang ini juga dirasa dapat mengolah kondensat menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal itu belum bisa dilakukan oleh kilang-kilang milik PT Pertamina lainnya.

Baca Juga :   Petakan Dampak Lingkungan Unitisasi Jambaran - TBR

“Peralatan ada, fasilitas ada, tempat stragis, dan tentunya sumber daya manusia juga sudah tersedia. Jangan sampai kilang ini tidak beroperasi lagi, dan menyebabkan peralatan yang ada di sini karatan tidak dapat digunakan,” tandas Suhariyadi.

Diketahui, PT TPPI merupakan kilang minyak satu-satunya yang dapat mengolah kondensat menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Selain itu, aset di perusahaan ini diperkirakan mencapai Rp12 triliun.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *