SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar ladang Migas Banyuurip, menyarankan kepada operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL), untuk segera menggulirkan program peningkatan ekonomi warga melalui program peternakan maupun home industry. Hal itu untuk mengantisipasi adanya pengurangan tenaga kerja (Naker) proyek Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur.
Warsito, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, mengatakan, berkurangnya pekerjaan di proyek EPC Banyuurip berakibat dengan pengurangan Naker, harus diantisipasi oleh operator maupun Pemkab Bojonegoro. Melalui cara itu tidak menambah pengangguran warga di desa sekitar ladang Banyuurip.
“MCL dan bekerja sama dengan dinas terkait untuk segera menggulirkan program yang mengarah pada peningkatan ekonomi. Semisal, program ternak kambing maupun home industri, seperti pembuatan kripik dan lain sebagainya,” kata Warsito kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (15/05/2014).
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gayam itu menjelaskan, program ternak dan home industri dirasa potensi. Karena, selain mudah dipahami, dan warga dimungkinkan cepat bisa melakukannya. Namun, dalam pelaksanaan program tidak hanya diberikan dan dilatih saja. Akan tetapi juga sekaligus dicarikan untuk pemasarannya.
“Kalau program ke pertanian kayaknya sulit diterapkan disini, Mas. Sebab, lahan pertanian di sekitar Banyuurip adalah tadah hujan. Jikapun bisa dilakukan, juga minim sekali bisa diserap warga. Karena, lokasi tertentu saja yang mudah mendapatkan pengairan. Apalagi saat musim kemarau rata-rata petani kesulitan mencari air,” jelasnya.
“Saya mendukung dan yakin jika program ternak warga sekitar bisa melakukannya, dan tidak akan kesulitan. Sebab, warga sekitar sudah sejak dulu juga terbiasa beternak. Seperti ternak kambing dan sapi. Hanya tinggal memberikan pelatihan pemantapan saja teknis beternak yang baik saja,” sambung Jayanto warga Gayam lain. (sam)