SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Harga elpiji ukuran tabung 3 Kg di wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dalam sepekan terakhir terus merangkak naik. Di tingkat pengecer harga tabung ukuran tersebut berkisar Rp17.000.
“Kaget, Mas. Seminggu lalu beli elpiji masih Rp15 ribu sekarang naik Rp17 ribu,“ kata Ny Barida, ibu rumah tangga asal Desa Balandono, Babat kepada Suarabanyuurip.com,  Jumat (16/5/2014).
Menurut Barida, kenaikan harga yang dilakukan pedagang tersebut karena  harga kulakannya naik. Hal ini memaksa pedagang ikut menaikkan harga.
Naiknya harga elpiji membuat resah para pemilik warung. Salah satu penjual bakso di Desa Moropelang, Luluk. Dia mengaku naiknya harga elpiji cukup ngaget (mendadak). Keterpautan harga Rp2 ribu menurutnya cukup memberatkan bagi para bakul seperti dirinya.
“Setiap satu minggu saya butuh dua tabung elpiji 3 Kg. Berarti harus tambah Rp4 ribu. Kalau satu bulan Rp 6 ribu. Bisa untuk membeli satu tabung gas elpiji lagi, “ keluhnya.
Sebelumnya diberitakan, distributor elpiji dikecamatan babat PT Aksanu Pancaagung memastikan stok elpiji di kecamatan Babat, dan sekitarnya relatif aman. Harga masih stabil Rp12.700 per tabung 3 Kg. (tok)