Disperindag Berdalih Tambahan Transportasi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Warga Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan sulitnya mendapatkan Elpiji ukuran 3 Kg. Jika mendapatkan harganya melambung tinggi melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Suwarji, (30), warga setempat mengatakan, sudah beberapa pekan terakhir, masyarakat di desanya kesulitan mendapatkan Elpiji 3 Kg. Harga yang diberikan pedagang eceran mencapai Rp 17.000. Padahal pada bulan sebelumnya hanya berkisar Rp 15.000 tiap tabung.

“Kami minta  pemerintah setempat memperhatikan masalah ini. Jangan sampai menyusahkan masyarakat miskin,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Bojonegoro, Basuki, mengatakan, terkait Elpiji 3 Kg yang disubsidi oleh pemerintah hanya diperuntukkan masyarakat miskin dan industri kecil saja. Bukan untuk pengusaha besar seperti restaurant dan lainnya.

“Pada bulan Maret-April memang penggunaannya relatif ada peningkatan,” tegas Basuki kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (16/5/2014).

Dia mengungkapkan, beberapa waktu lalu sudah mengumpulkan seluruh agen dan perwakilan pangkalan di setiap desa beserta PT Pertamina untuk berkoordinasi. “Harga pokok terjadi di agen maupun di lapangan adalah Rp 14.000 sesuai HET,” tandasnya.

Baca Juga :   Pegunungan Banyuurip Lokasi Baru Melihat Hilal

Akan tetapi, pihaknya mengakui pada masing-masing desa tidak semuanya memiliki agen atau pangkalan yang menyediakan Elpiji 3 Kg, termasuk di Kecamatan Trucuk.  “Kalau di Kecamatan Trucuk, agen resmi ada di Desa Mori saja yang menjual Elpiji 3 Kg sesuai HET,” sergahnya.
Namun demikian, ada beberapa toko yang membeli Elpiji dari pangkalan atau agen dengan menggunakan transportasi karena terkendala dengan jarak.  “Toko-toko itu tersebar di seluruh desa yang letaknya jauh dari pangkalan atau agen,” imbuhnya.

Menurut Basuki,  Pertamina sendiri mengakui adanya masalah tersebut. Namun karena tangan Pertamina yang terbatas, jumlah pangkalan yang resmi juga terbatas, sehingga hanya pedagang eceran yang bisa menyediakan elpiji 3 Kg kepada masyarakat.

“Otomatis, harga Elpiji bertambah karena adanya transportasi tersebut,” sergahnya.

Basuki menambahkan, jika  ada harga elpiji yang sampai Rp 16.000 tiap tabung, berarti masyarakat tambahnya adalah Rp 2000. “Tapi dipastikan, apabila masyarakat belinya langsung di pangkalan harganya pasti sesuai standart,” saran Basuki.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Malam Tahun Baru, Jalan Sepanjang Taman Seribu Lampu Cepu Ditutup Total

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *