SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pemerintah desa di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sudah menjalin koordinasi dengan operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) dan kontraktor EPC-1 dan 5 Banyuurip pasca pertemuan membahas permasalahan menjelang berakhirnya proyek yang digelar bebeberapa hari lalu.
“Sudah ada koordinasi, Mas,” kata Kepala Desa Bonorejo, Dasan kepada suarabanyuurip.com Jum’at (16/5/2015).
Pada kesempatan tersebut, Dasan menyampaikan, salah satu solusi yang sekiranya dianggap efektif untuk pemberdayaan pasca pengurangan tenaga kerja (naker) proyek adalah memaksimalkan ternak.
“Kemarin saya sampaikan ke EPC-1 dan MCL masalah itu, tapi masih sebatas lisan,” ujarnya.
Menurut dia, pada pelaksananaan program nanti juga membutuhkan pendampingan sekaligus pengawasan.Dia menegaskan, pengawasan setidaknya harus dilakukan dari desa maupun LSM .
“Kalau bisa tentu dari lokal,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, belum lama ini, Camat Gayam, Hartono telah mengumpulkan kades di wilayah Gayam, kontarktor EPC, dan MCL. Dengan tujuan untuk mencari solusi pasca pengurangan naker hingga pengerjaan proyek konstruksi Lapanagan Banyuurip rampung.(roz)